Profil Negeri Pasanea Kecamatan Seram Utara Barat
Kabupaten Maluku Tengah
1.1. Kondisi Negeri
Letak dan Luas Wilayah
Negeri Pasanea termasuk dalam wilayah Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Terletak di arah utara Kabupaten Maluku Tengah, dengan Jarak 0 km dari kantor Camat Kecamatan Seram Utara Barat di Pasanea. Jarak Negeri Pasanea dari Kantor Bupati Kabupaten Maluku Tengah sekitar 120 km dan waktu tempuh dari Pasanea ke kota Kabupaten menggunakan kendaraan bermotor (sepeda motor dan mobil) sekitar 2 - 3 jam perjalanan. Sedangkan untuk menuju ke Kantor Camat Kecamatan bisa menggunakan kendaraan bermotor atau jalan kaki juga dengan waktu tempuh 2 - 5 menit. Jarak menuju Kota Kabupaten Maluku Tengah di Masohi yang cukup jauh, namun dengan kondisi infrastruktur jalan yg semakin baik maka akses dari Negeri Pasanea ke kota Kabupaten Maluku Tengah di Masohi tidak mengalami kendala dan hambatan apapun.
Negeri Pasanea ini terdiri dari 4 wilayah rukun tetangga (RT), yakni ; RT. 01, RT. 02, RT. 03, RT. 04,. Tata letak pemukiman masyarakat memanjang dari timur ke barat sesuai kondisi letak. Batas wilayah Negeri Pasanea adalah sebagai berikut :
§ Sebelah Utara : Laut Seram;
§ Sebelah Selatan : Hutan Negara
§ Sebelah Barat : Negeri Adm. Labuan;
§ Sebelah Timur : Negeri Adm. Karlutu Kara,
Kecamatan Seram Utara Barat
Topografi dan Jenis
Tanah
Negeri Pasanea secara topografi
berupa dataran rendah dan perbukitan dengan
ketinggian antara 0 s.d 300 m di atas permukaan laut (dpl), sehingga tergolong
dataran rendah. Suhu di daerah ini cukup bervariasi antara 25 derajat di saat
paling dingin dan 35 derajat di saat paling panas. Jenis tanah yang ada di
wilayah sebagian besar adalah tanah hitam kecoklatan.
Iklim
Iklim merupakan salah satu faktor
yang berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Iklim Negeri Pasanea termasuk dalam daerah dengan tipe iklim D,
dengan nilai Q antara 60% – 100%. Nilai Q adalah perbandingan antara banyaknya
bulan basah dibagi dengan bulan kering kali 100%.
Sarana dan Prasarana
Sebagai Kota Kecamatan Sarana
perhubungan yang digunakan ke Kantor Camat ada yang menggunakan kendaraan roda
dua ada juga yang jalan kaki, sedangkan ke Masohi sebagai Ibu kota Kabupaten
dihubungkan dengan jalan darat dengan kontruksi jalan beraspal.
Keadaan jalan yang sudah beraspal
dan adanya mobil angkutan yang masuk mengakibatkan mobilitas dalam kegiatan
sehari – hari masyarakat menjadi tinggi, sehingga banyak masyarakat desa, yang
melakukan urbanisasi pertama kaum muda. Pekerjaan sehari-hari yang ditekuni
masyarakat ada yang bekerja sebagai petani, nelayan dan juga sebagai karyawan
perusahaan kelapa sawit.. Bagi masyarakat yang bekerja sebagai pedagang atau
mau bekerja keluar kota merasa sangat terbantu dengan adanya prasarana jalan
angkut ini.
Sistem Usaha Tani
Ditinjau dari jenis komoditas
yang diusahakan, sistem usaha tani yang ada di Negeri Pasanea dibedakan menjadi dua, yaitu komoditas
pertanian seperti jagung, ketela, dan kacang-kacangan komoditas kehutanan seperti, kelapa dan coklat. Sedangkan ditinjau
dari rotasinya dapat dibedakan menjadi dua
komoditas, yaitu yang mempunyai rotasi lebih dari satu tahun dan yang
kurang dari satu tahun. Yang dimaksud rotasi
disini adalah jangka waktu tanaman tersebut ditanam sampai dengan tanaman
tersebut tidak ekonomi lagi diproduksi.
Jenis komoditas pertanian yang
ada di negeri Pasanea terdiri dari jagung (zeimays
indurate), ubi rambat, ubi kayu (manihot utilissima), dan sebagian besar
adalah tanaman jagung dan ketela pohon. Keempat komoditas pertanian tersebut
ditanam pada lahan yang sama secara bergiliran sesuai dengan musimnya. Pola
pergiliran tanaman ini berlangsung dalam jangka waktu satu tahun. Pada umumnya
jagung dan ubi kayu ditanam pada awal musim penghujan (oktober – November)
namun hal ini berlaku jika lahan yang ada kekurangan air. Untuk lahan muda
dalam mendapatkan air tidak menggunakan pola pergiliran karena setiap tahunnya
hanya ditanami dengan jagung saja.
Jumlah lahan yang kekurangan air atau biasa disebut dengan tanah kering luasannya selalu meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini terjadi karena tekanan jumlah penduduk sehingga air yang seharusnya masuk kelahan kebun lebih banyak digunakan untuk keperluan rumah tangga.
2.1.2. Demografi.
Jumlah penduduk Negeri Pasanea pada tahun 2023 ada sebanyak 1.219 jumlah kepala keluarga 257 KK jumlah jiwa yang terdiri dari laki-laki 658 jiwa dan perempuan 561 jiwa. Rata-rata setiap keluarga terdiri dari empat anggota keluarga. Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut :
Dari tabel
di atas dapat diamati bahwa golongan usia produktif berjumlah 838 jiwa (69,20%)
dan golongan usia tidak produktif adalah 79 jiwa (6,52%). Kenyataan ini
menunjukan bahwa tenaga kerja yang tersedia di Negeri Pasanea bisa mengisi
peluang kerja, sementara itu lapangan kerja yang tersedia sebagian besar adalah
dibidang pertanian karena lahan pertanian cukup tersedia dengan keadaan tanah
yang subur, selain itu juga terbuka lapangan kerja atau kesempatan kerja yang
digeluti masyarakat yaitu di bidang perikanan dan peternakan.
Tingkat pendidikan di Negeri Pasanea tergolong
rendah, hal ini disebabkan kesadaran masyarakat tentang melanjutkan pendidikan
anak setelah tamat SMA ke perguruan tinggi masih minim diakibatkan karena
kekurangan biaya pendidikan akibat dari pendapatan perkapita keluarga yang
masih tergolong rendah.
Fasilitas pendidikan di Negeri Pasanea meliputi satu unit gedung sekolah dasar, Sekolah PAUD Jumlah siswa sebanyak 25 orang dan satu UNIT SMA Negeri 1 Seram Utara Barat. Sebagian besar penduduk Negeri Pasanea adalah jumlah siswa sma 264 orang, dan yang lulus sma 90 Orang dan urutan kedua adalah jumlah siswa SMP sebanyak 120 orang. Dan yang lulus siswa smp sebanyak 40 orang dan selanjutnya jumlah siswa SD sebanyak 152 orang dan yang lulus siswa SD 31 orang dan yang tamat Akademi/Perguruan tinggi sebanyak 12 orang, Pasca Sarajana jumlah 3 Orang Dan jumlah yang tidak sekolah sebanyak 50 orang
Komposisi penduduk Negeri Pasanea berdasarkan tingkat pendidikannya dapat dilihat pada tabel berikut:
2.1.3.
Keadaan Sosial
Kehidupan
masyarakat negeri Pasanea pada umumnya
adalah Petani tradisional atau pekerja
kebun yang menenam umbi umbian seperti
singkong keladi, umbi jalar dan tanaman lainnya seperti jagung dan
lain-lain, dan sebagian lagi adalah nelayan tradisional yang mencari ikan
dengan menggunakan sampan seadanya. juga sebagian
2.1.4. Keadaan Ekonomi
Sebagian
besar keluarga di Negeri Pasanea mempunyai mata pencaharian di bidang
pertanian. Menurut catatan monografi Desa tahun 2023, jumlah kepala keluarga
yang bekerja di bidang pertanian sebanyak 424 orang, dan Bidang Nelayan
sebanyak 27 orang sedangkan yang tidak teridentifikasi sebanyak 16 orang, dan sisanya
bekerja di bidang lain seperti pengusaha, buruh, pedagang, PNS/TNI/POLRI,
pengangkutan, dan sebagainya. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :
Luas desa secara keseluruhan sebesar 30.000 Ha. Hal tersebut dapat dilihat dari luas lahan untuk kegiatan pertanian yaitu sebanyak 925,32 Ha dan tanah kering seluas 45 Ha. Sedangkan untuk hutan Negara sebanyak 3.403,7 Ha. Lahan yang digunakan untuk kuburan, lapangan, jalan dan pemukiman seluas 62,50 Ha. Perincian masing-masing penggunaan lahan di Negeri Pasanea dapat dilihat pada tabel berikut :
Selain
bekerja sebagai petani, pada umumnya penduduk juga memelihara ternak. Pilihan
pemeliharaan ternak ditujukan sebagai tabungan hidup, juga untuk memanfaatkan
lahan Negara yang sebagian besar merupakan ladang rumput sehingga hijauan pakan
ternak sangat mudah didapat. Jenis ternak yang dipelihara adalah kambing, sapi,
ayam. Pemeliharaan ternak oleh para petani sifatnya hanya berupa pekerjaan
sambilan bukan sebagai pekerjaan pokok. Hijauan makanan ternak (HMT) diperoleh
dari pekarangan, dan sebagian besar dari
hutan milik Masyarakat.
1.1.
Kondisi Pemerintahan
Negeri
Pemerintahan disini diartikan organisasi dan atau lembaga yang memberi pelayanan kepada masyarakat. Secara umum adanya undang-undang, peraturan pemerintah, keputusan presiden, peraturan daerah dan keputusan pimpinan daerah, adalah aturan main yang memberi gerak berjalannya lembaga-lembaga tersebut. Kelembagaan masyarakat adalah suatu himpunan norma-norma dari tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat, dimana wujud konkritnya adalah asosiasi. Lembaga-lembaga yang ada di negeri adalah sebagai berikut:
2.2.1. Pembagian Wilayah Negeri
Pembagian wilayah Negeri
Pasanea terdiri dari empat rukun tetangga. Pada wilayah negeri dipimpin oleh
kepala pemerintah negeri, sedangkan untuk melaksanakan roda pemerintah di
wilayah rukun tetangga dibantu oleh ketua-ketua RT. Sedangkan menyangkut dengan
urusan adat-istiadat pada wilayah Negeri Pasanea diatur secara langsung oleh
kepala pemerintah negeri Pasanea, sedangkan tradisi kearifan lokal masyarakat
Pasanea diatur oleh sesepuh masyarakat Pasanea.
2.2.2.
Struktur Organisasi Pemerintah Negeri
Berdasarkan bagan struktur
organisasi pemerintah Negeri Pasanea , maka dapat digambarkan struktur
organisasi dan komposisi personalia pemerintah Negeri Pasanea sebagai berikut :
·
Kepala Pemerintah
Negeri : MUNAJIB SALAPUTA, S.Pd;
·
Kepala
Seksi Pemerintahan : Hasanudin Sangaji;
·
Kepala
Seksi Pelayanan : Usman Sangaji;
·
Kepala
Seksi Kesejahteraan : Aujar Salaputa
·
Sekretaris
Negeri : Johan Salaputa, SE
·
Kepala
Urusan Perencanaan : Taher Wama, S.AP
·
Kepala
Urusan TU & Umum : Ayusari Salaputa, SH;
· Kepala Urusan Keuangan : Anwar Salaputa;
· Operator : Yuslan Salaputa, SH
1.1. Potensi
Beberapa potensi yang dapat mendukung pelaksanaan
pembangunan negeri Pasanea di berbagai bidang, diantaranya:
Bidang Pemerintahan, potensinya antara lain; karakter kepala pemerintah
negeri dan masyarakat yang demokratis, karakter masyarakat yang terbuka, dan
adat istiadat serta budaya masyarakat yang menjunjung tinggi kejujuran. Potensi
anggaran pendapatan belanja negeri (APB negeri) antara lain belum terkelolanya
petuanan Pulau Tujuh secara maksimal baik di darat maupun di laut.
Bidang Kesehatan, potensinya antara lain; meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat dengan adanya puskemas perawatan, yang didukung dengan tenaga medis
dan paramedis yang memadai, dibantu dengan tenaga / kader posyandu yang terdiri
yang terdiri dari dua orang kader posyandu serta kegiatan promosi kesehatan ibu
hamil, bayi dan belita yang dilaksanakan rutin oleh bidan desa dan kader-kader
posyandu pada setiap bulan di Negeri Pasanea.
Bidang Pendidikan, potensinya antara lain; mendekatkan pelayanan
pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan dengan membangun sekolah dasar
atau sederajat SD, SMA Negeri 1 Seram Utara Barat, dengan menjalin kerjasama
dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga.
Bidang Sarana dan Prasarana, potensinya antara lain; meningkatkan pelayan warga pada
aspek kebutuhan sarana dan prasaran sosial dasar dalm mendukung peningkatan
pendapatan masyarakat, diantaranya adalah jalan rabat beton (setapak), dan
talud penahan ombak.
Bidang Sosial Budaya, potensinya antara lain; terdapat tokoh-tokoh masyarakat
yang kharismatik dan kader-kader negeri yang terlatih dalam pengorganisasian
masyarakat dan mempunyai ketrampilan beberapa jenis olah raga dan kesenian
tradisional.
Bidang Lingkungan Hidup, potensinya antara lain; daerah perairan Pulau Tujuh yang belum dikelola secara maksimal, Pulau Tujuh juga memiliki potensi wisata bahari yang sangat mendukung jika di eksploitasi oleh pihak-pihak terkait yang memiliki basic tentang pariwisata.
Bidang Koperasi dan Usaha Masyarakat
: potensinya
antara lain; terdapat pengusaha perorang sebanyak 15 orang, usaha bersama
sebanyak 2 kelompok, aneka usaha sebanyak 8 kelompok. Kelompok masyarakat
dengan usaha ekonomi produktif ini merupakan penyokong pertumbuhan ekonomi di
Negeri Pasanea.
Bidang Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, potensinya antara lain; lahan-lahan pertanian yang luas
yang sebagian besar adalah pegunungan dengan bebatuan yang cadas membuat
masyarakat tidak dapat mengelola hutan dengan baik.
Bidang Perikanan dan Kelautan, potensinya antara lain; terdapat laut Negeri Pasanea
dengan potensi untuk pemasangan rompon, areal tangkap berbagai jenis ikan dasar
laut (Udang dan taripang), terutama pada perairan Pulau Tujuh denga hasil laut
yang melimpah.
1.2. Masalah.
Pada saat yang sama juga terdapat sejumlah masalah dalam
beragam bidang di negeri Pasanea, antara lain:
Bidang Pemerintahan, masalah antara lain; kepala pemerintah negeri dalam
melaksanakan tugas tidak didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai
diantaranya tidak memiliki Kantor Negeri yang representatif.
Bidang Kesehatan, masalah antara lain; rendahnya pengetahuan warga
tentang perilaku hidup sehat, sanitasi, pengatahuan akan gizi yang rendah serta warga sering menderita sakit diare,
malaria dan ISPA merupakan masalah kesehatan yang diidentifikasi sebabnya
sehingga arah dan kebijakan pembangunan Negeri Pasanea, dapat meminimalkan
masalah-masalah tersebut;
Bidang
Pendidikan, masalah antara
lain; kurangnya bantuan pemerintah dalam hal pengadaan buku-buku pembelajaran
pegangan siswa baik siswa SD, maupun SMA, namun untuk anak usia sekolah sudah
tertampung dan tidak ada anak usia dini yang putus sekolah atau terancam putus
sekolah.
Bidang Sarana dan Prasarana: masalah antara lain; Rusaknya Balai Pertemuan yang
sudah termakan Usia, belum adnya pagar negeri yang representatif, infrastruktur
jalan dalam kecamatan yang belum di aspal secara keseluruhan, MCK, gedung
pemuda, pagar negeri yang belum selesai, pagar sekolah SD, SMA, gedung
perpustakaan SD, SMA yang tidak ada dan tidak mendukung peningkatan kwalitas
siswa secara khusus dan masyarakat pada umumnya.
Bidang Sosial Budaya: masalah antara lain; belum memiliki rumah adat dan
terbatasnya pengetahuan tentang kerajinan tangan dan seni tarian budaya yang
saat ini hampir tidak menyentuh dikalangan generasi muda, budaya-budaya yang
telah terbentuk sejak zaman leluhur sehingga hubungan kekeluargaan selalu
terjalin dengan baik sampai saat ini. Namun peningkatan dan pelestarian
terhadap adat istiadat dan budaya perlu ada campur tangan dari instansi
terkait.
Bidang Lingkungan Hidup: masalah antara lain; membuang sampah dan tinja di
sembarang tempat sehingga terjadi pencemaran pada pemukiman/rumah warga dan
sejumlah wilayah pantai terus mengalami abrasi dan potensial menghancurkan
permukiman/rumah warga, terutama daerah pesisir pantai.
Bidang Koperasi dan Usaha Masyarakat : masalah antara lain; kurangnya pengetahuan dan terbatasnya
modal usaha warga untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan
keluarganya, kelompok-kelompok usaha juga belum jadwal pertemuan rutin dan
aturan dasar juga merupakan masalah dalam menangkap peluang usaha dan kelemahan
dalam organisasi kelompok dalam pengambilan keuputusan.
Bidang Pertanian: masalah di bidang pertanian antara lain, kurangan
pengetahuan dalam pola becocok tanam, banyaknya hama babi, sulitnya mendapat
bibit tanaman dan kurangnya hasil panen maka sangat mempengaruhi kebutuhan masyarakat.
Bidang Perikanan: masalah di bidang perikanan antara lain, pada musim ombak (timur) masyarakat kesulitan untuk mendapat ikan segar dan terbatasnya sarana produksi nelayan dan kalaupun ada, maka harganya cukup tinggi dan ini juga di sebabkan karena ada kelompok masarakat yang membeli hasil tangkapan masyarakat dan kemudian di jual ke kota.
1.1.
Visi dan Misi
1.1.1.
Visi
Berdasarkan
deskripsi potensi dan masalah diatas,
maka Visi pembangunan Negeri Pasanea lima tahun kedepan adalah “TERWUJUDNYA MASYAKARAT
NEGERI PASANEA YANG RELIGIUS, MAJU, AMAN, SEHAT, CERDAS BERBUDAYA PARTISIPATIF DAN INOVATIF”.
4.1.2. Misi
1.
Terwujudnya
peningkatan iman dan taqwa dalam kehidupan masyarakat
2.
Mewujudkan
generasi muda islam yang memiliki kreativitas dalam mengimplementasi
nilai-nilai islam
3.
Mewujudkan
generasi muda yang cinta alquraan dan memiliki semangat yang tinggi dalam
menghidupkan siar siar islam
4.
Mengoptimalkan
potensi sumber daya alam negeri untuk peningkatan kesejahteraan masyrakat
5.
Mewujudkan
stabilitas keamananan bagi masyarakat baik secara internal di dalam negeri
maupun secara eksternal dengan masyarakat yang ada dalam wilayah kecamatan
seram utara barat secara khusus dan masyarakat yang ada dalam wialyah kabupaten
maluku tengah.
6.
Mewujudkan
masyarakat yang berperilaku hidup bersih sehat, dan cerdas dalam memanfaatkan
ilmu penegetahuan dan teknologi
7.
Meningkatkan
kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pemberdayaan usaha kecil dan
menegah dengan memanfataakan bantuan modal, usaha dan kegiatan pelatihan yang
berkompeten.
8.
Meningkatkan
penataan keuangan negeri dengan baik dan efektif.
9.
Meningkatkan
fungsi kelembagaan mulai dari rt, kpmn, saniri negeri, pemerintah negeri,
organisasi pemuda, remaja mesjid dan organisasi sosial masyarakat lainnya.
10. Meningkatkan
tatakelola administrasi pemerintah negeri dan pelayanan berbasis sistem
informasi
11. Memngoptimalkan
pembangunan di sektor pertanian dan perkebunan melalui penyediaan bibit unggul.
12. Mewujudkan pemanfaatan
lahan di pulau tujuh untuk penanaman kelapa dalam secara merata guna
peningkatan produktivitas kopra dan komuditas lainnya.
13. Mengoptimalkan
pembanguan di sektor perikanan dengan menyediakan alat tangkap yang memadai.
14. Meningkatkan
penghasilan asli desa dengan menyiapkan sdm dalam mengembangkan bumneg melalui
pelatihan pengelolaan dan penguatan modal bumneg
15. Meningkatkan detinasi
pariwisata yang aman, nyaman, menarik, mudah dicapai, berwawasan lingkungan,
meningkatkan pendapatan asli negeri.
16. Meningkatkan
partisipasi dan peran serta masyarakat dalam pembangunan yang berkelanjutan.
17. Menciptakan layanan
pemerintah negeri yang cepat tanggap terhadap keadaan dan aspirasi masrakat
dengan terjun langsung melihat situasi dan kondisi masyarakat di negeri.
18. Meningkatkan
pembangunan sarana prasarana tempat ibadah dan sarana prasarana umum lainya
guna terciptanya keselarasan dan layanan pembagunan di negeri
4.2. Kebijakan Pembangunan
Negeri
Guna mewujudkan Visi
dan Misi negeri pada tahun 2023, maka
kebijakan pembangunan Negeri Pasanea diarahkan untuk mejawab masalah atau kebutuhan
warga. Mengingat banyaknya masalah dan kebutuhan akan pembangunan negeri serta
pemberdayaan masyarakat Negeri Pasanea, maka kebijakan
pembangunan negeri di berbagai bidang, diarahkan lima tahun kedepan dengan
kriteria ; pemenuhan kebutuhan masyarakat banyak, dukungan terhadap peningkatan
pendapatan masyarakat dan dukungan akan potenasi negeri. Berdasarkan hasil
pengkajian keadaan negeri dan penentuan peringkat tindakan yang layak di
negeri, maka selanjutnya kebijakan pembangunan negeri difokuskan pada beberapa
bidang sebagai berikut :
Bidang
pemerintahan;
Bidang
Keagamaan
Bidang
Teknologi
Bidang
kesehatan;
Bidang
pendidikan;
Bidang
sarana prasarana;
Bidang
sosial budaya;
Bidang
koperasi dan usaha masyarakat;
Bidang
perikanan dan kelautan;
Bidang
pertanian, perkebunan dan peternakan
Masalah dan dukungan potensi perencanaan
pembangunan negeri juga merupakan aspek penting dalam menentukan arah dan
kebijakan pembangunan negeri secara demoktratis, partisipatif dan
bekerlanjutan.
Arah kebijakan pembangunan
negeri, potensi dan masalah perencanaan pembangunan dapat diurai berikut ini.
4.2.1. Arah Kebijakan Pembangunan
Negeri
Berdasarkan atas Visi dan Misi di atas maka arah
kebijakan pembangunan Negeri Pasanea
adalah sebagai berikut:
Bidang Pemerintahan: meningkatkan kemampuan aparat dalam pelayanan bidang pemerintahan,
mewujudkan pemerintahan negeriyang bersih melalui transparansi dalam
perencanaan pembangunan dan pengembangan informasi program masuk negeri dan
penggunaan ADD/N, akuntabilitas (pertanggungjawaban) dalam pelaksanaan program pembangunan
dan penggunaan dana-dana pembangunan baik dari pemerintah pusat, pemerintah
daerah maupun pendapatan negeri, serta meningkatkan pendapatan asli negeri
dengan menetapkan peraturan negeritentang pengelolaan pertuanan darat dan laut.
Bidang Kesehatan: melembagakan perilaku hidup sehat dan sanitasi yang
baik, peningkatkan pengetahuan warga tentang pemenuhan gizi yang cukup,
mendorong peran bidang desa dan kader posyandu dalam pelayanan kesehatan secara
rutin dengan obat-obatan dan peralatan yang optimal di Puskesmas, serta kerja
sama dengan dinas kesehatan kabupaten, PNPM MPd dan GSC untuk kegiatan
penyuluhan kesehatan kepada warga.
Bidang Pendidikan: meningkatkan pelayanan dan kualitas pendidikan di
berbagai tingkatan (TK PAUD, SD, SMP dan SMA) dengan pembangunan gedung dan
fasilitas pendukung aktifitas belajar sesuai kurikulum dan kebutuhan lainnya,
guna mendorong proses mengajar dan belajar dengan aktif dan fokus, dengan
tujuan mencerdaskan anak usia sekolah secara khusus dan pembangunan rumah
pintar kepada warga sebagai upaya peningkatan pengetahuan warga Pasanea secara
umum.
Bidang Sarana dan Prasarana: menambah sarana dan prasarana sosial dasar dalam
menopang pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan warga, pengembangan
pipanisasi air bersih dengan sasaran memperpendek jarak dan waktu pengambilan
air bersih, pembangunan drainase, pembangunan jalan produksi tani, pembanguan
talud penahan abrasi dan erosi, pembangunan perumahan layak huni dan
pembangunan faslitas umum lain yang mendukung peningkatan pelayanan berbagai
lembaga kepada warga Negeri Pasanea.
Bidang Sosial Budaya: menjadikan masyarakat yang berbudi pekerti luhur dengan
melembagakan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan pendapat; menjadikan
masyarakat yang berdisiplin dengan membudayakan jam belajar masyarakat; serta meningkatkan
persatuan dan kesatuan serta toleransi beragama demi terwujudnya kedamaian,
ketentraman, keamanan, kenyamanan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat
melalui pengembangan kegiatan olah raga dan kesenian tradisional.
Bidang Koperasi dan Usaha Masyarakat: pengembangan pengetahun, ketrampilan dan modal usaha
untuk warga yang bergerak diberbagai jenis/aneka usaha dan koperasi melalui
kerjasama dengan dinas koperasi, PNPM Mandiri Perdesaan dan BRI Cabang Masohi
untuk mendapatkan kredit modal usaha dengan bunga rendah. Guna pengelolan modal
usaha secara baik, maka pemerintah negeri berupaya melakukan pemberdayaan dan
pembinaan kelompok usaha dengan kegiatan-kegiatan pelatihan-palatihan dasar
kewirausahaan;
Bidang Pertanian, Perkebunan dan Peternakan: meningkatkan perekonomian masyarakat dengan
meningkatkan hasil pertanian masyarakat dengan mengembangkan penggunaan pupuk
organik dan pemberantasan hama dan penyakit tanaman secara hayati; meningkatkan
pengolahan hasil pertanian, khususnya sagu, pala dan kopidengan bekerja sama
dengan dinas pertanian; meningkatkan volume perdagangan, khususnya hasil
pertanian dengan menjalin kerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan
serta para penyuluh lapangan.
Bidang Perikanandan kelautan: menjaga kawasan-kawasan tertentu sebagai kawasan konservasi perikanan dan mengembangkan budidaya perikanan dengan pengembangan kelompok-kelompok perikanan yang produktif.
4.2.2. Potensi dan Masalah
Perencanaan Pembangunan Negeri
A.
Potensi:
Sebagian besar warga yang memeliki hubungan persaudaraan
serta dukungan akan potensi sumberdaya
alam melimpah dan karaktek kepala pemerintah negeri dan warga yang demokratis
merupakan potensi utama dalam perencanaan pembangunan. Potensi ini semakin
terasa dengan komitmen pemerintah pusat dan daerah yang memberikan fasilitasi
kepada para pelaku pembangunan melalui pelatihan dan sosialisasi, serta
dukungan dana yang disalurkan melalui sejumlah program.
B. Masalah:
Berbagai kelembagaan di negeri seperti, pemerintah
negeri, badan saniri negeri dan lembaga pemberdayaan masyarakat yang sudah
terbentuk namun masih membutuhkan arahan dan bimbingan dari instansi terkait,
karena begitu kurangnya pemahaman terhadap tugas dan tanggungjawab serta peran
yang diemban untuk pelaksanaan
pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan di negeri.
Letak pemukiman ditepi pantai dengan latar belakang
pegunungan batu cadas yang tinggi sehingga saran perhubungan darat sangat sulit
akibat jalan berbatu yang belum diaspal membuat aktifitas masyarakat selalu
terganggu dan mencari jalan laut untuk menuju ke negeri – negeri tetangga. Hal
ini juga merupakan hambatan dalam membangun perencanaan pembangunan secara
partisipatif.
4.2.3. Program Pembangunan Negeri
Berdasarkan atas potensi dan masalah di atas maka beberapa
program pembangunan akan dilaksanakan di Negeri Pasanea ,
diantaranya:
Bidang Pendidikan:
a. Peningkatkan kualitas pelayanan pendidikan khususnya pada
pendidikan usia dini;
b. Program peningkatan kualitas dan mutu pendidikan
dasar (SD, SMP
dan SMA);
c. Program peningkatan pendidikan luar sekolah bagi seluruh
lapisan masyarakat;
d. Program pendidikan aparatur pemerintahan negeri;
e. Program pendidikan ketrampilan bagi generasi muda/anak
putus sekolah.
Bidang Kesehatan:
a. Peningkatkan derajat kesehatan gizi bayi, belita dan ibu
hamil
b. Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang perilaku hudup
sehat dan sanitasi;
c. Peningkatan peran kader posyandu dalam pelayanan
kesehatan;
d. Pembangunan fasilitas sanitasi buat warga
e. Penyediaan air bersih yang berkualitas kepada warga;
f.
Program
pengembangan apotik hidup keluarga;
g. Program pengelolaan gizi keluarga;
h. Program peningkatan kesehatan masyarakat melalui
pencegahan dan pemberantasan penyakit
Bidang Pemerintahan:
a. Penguatan tata kelola pemerintahan bagi aparat negeri dan
BSN;
b. Pengelolaan pembangunan partisipatif;
c. Program peningkatan pendapatan asli negeri (APB negeri);
d. Pelembagaan sistem perencanaan pembangunan partisipatif;
e. Pembangunan dan pengadaan fasilitas pendukung pelayanan
kepada warga;
f.
Penyusunan
peraturan negeri.
Bidang Sarana
dan Prasarana:
a. Penyediaan air bersih bagi seluruh warga;
b. Pembangunan gedung TPQ;
c. Pembuatan jalan produksi hasil pertanian;
d. Pembangunan talud penahan ombak;
e. Pembangunan pagar negeri;
f.
Pembuatan
fasiliatas sanitasi, seperti;MCK
g. Pembangunan Pasar Desa;
h. Pembangunan rumah adat;
i.
Pembuatan Jalan
Desa;
j.
Pembangunan
Rumah pintar dengan perlengkapannya
Bidang Sosial Budaya:
a. Meningkatkan ikatan kekeluargaan;
b. Meningkatkan prestasi olah raga;
c. Mengembangkan kesenian tradisional;
d. Pengembangan kerajinan rakyat;
e. Menggali kearifan lokal.
Bidang Lingkungan
Hidup:
a. Pencegahan abrasi, khususnya di kawasan pesisir daerah
pantai;
b. Penghijauan Kawasan perbukitan yang gundul;
c. Pengembangan kawasan konservasi ikan dan hasil laut;.
d. Pelestarian hutan sebagai lahan resapan air;
e. Pelestarian sumberdaya hayati;
f.
Pelestarian
flora dan fauna lokal.
Bidang Koperasi
dan Usaha Masyarakat:
a. Penguatan kelompok-kelompok masyarakat;
b. Peningkatan modal usaha dan pendapatan masyarakat;
c. Pengembangan koperasi dan usaha bersama;
d. Menggali usaha alternatif berbasis sumberdaya lokal;
e. Pengembangan kewirausahaan.
Bidang Pertanian,
Perkebunan dan Peternakan:
a. Pemberdayaan dan pembinaan petani sayur dengan cara
bercocok tanam ramah lingkungan;
b. Pemberdayaan dan pembinaan petani ubi-ubian dengan cara
bercocok tanam ramah lingkungan;
c. Pemberdayaan dan pembinaan petani kelapa dengan pola
peningkatan hasil produksi dimusim kemarau
d. Pemberdayaan petani cengkih dengan pengadaan bibit unggul
e. Penyuluhan dan pengadaan bibit pala, cengkih dan
sayur-sayuran untuk petani;
f.
Penyuluhan dan
pengadaan bibit ternak ayam, itik dan kambing kepada peternak;
g. Peningkatan hasil pertanian dan perkebunan untuk
memperkuat ketahan pangan warga;
Bidang Perikanan dan Kelautan:
a. Pemberdayaan dan pembinaan nelayan dengan sarana ketinting
dan body Viber
b. Pemberdayaan nelayan pengadan alat tangkap ikan;
c. Pembangunan sarana tambatan perahu nelayan;
d. Peningkatan dan perluasan pasar hasil produksi nelayan.
4.2.4.Strategi Pencapaian
Strategi pencapaian yang akan dilakukan adalah sebagai
berikut:
a.
Penataan manajemen
pemerintah negeri yang dinamis, bersih dan berwibawa serta demokratis untuk
mengoptimalkan kinerja perangkat negeri;
b.
Penyelenggaraan
pemerintahan yang professional, kompeten dan proporsional;
c.
Menumbuhkan
iklim dan system sosial politik tingkat negeriyang demokratis;
d.
Melakukan peningkatan
kapasitas aparat melalui pelatihan motivasional yang menekankan pada kesadaran
arti tata pemerintahan yang baik;
e.
Mendorong
partisipasi dan keswadayaan masyarakat, melalui proses sosialisasi dan
penyadaran;
f.
Mendorong
kerjasama dengan pihak ketiga, termasuk SKPD dan LSM;
g.
Menggali dan
mengembangkan nilai-nilai luhur, kearifan lokal ditengah masyarakat agar terus
dilestarikan dan diperkuat,
h.
Pemberdayaan
lembaga-lembaga ataupun aparatur negeri;
Penutup
Negeri ini wajib menjadi panduan dalam pelaksanaan
pembangunan negeri selama lima tahun ke depan. Semua program dan kegiatan
dilaksanakan dengan mengutamakan keswadayaan masyarakat dan kerjasama dengan
berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun pihak-pihak lain.
Lembaga - lembaga negeri dan masyarakat tidak saja menjadi
pemanfaat atas dokumen ini tetapi juga berkewajiban untuk memantau
pelaksanaannya.
Implementasi tahunan perlu dievaluasi setiap tahun untuk
mengkaji hambatan pelaksanaannya dan mencari alternatif pembiayaan dengan
fasilitasi kepala pemerintah negeri dan lembaga - lembaga negeri.
Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menjaga
dan memberikan berkat, kekuatan kepada kepala pemerintah negeri, pimpinan
lembaga - lembaga negeri dan seluruh masyarakat dalam upaya menciptakan
masyarakat negeri yang aman, sejahtera, sehat dan mandiri.
By Editor Sek TU dan Opeartor
# Menuju Indonesia Emas









Ketik komentar Anda, dan klik Emoticon untuk melihat kode Emoticon Blog ini
EmoticonEmoticon